Sejarah dan Perkembangan Bank Syariah (Part One)

Sebelum ada bank, orang lari ke rentenir kalau mau pinjam uang. Alhasil, bunga yang harus ditanggung cukup besar. Maunya cari bantuan, ujung-ujungnya malah tertimpa beban. Inilah alasan utama kenapa riba diharamkan. Riba dalam bahasa arab bermakna tambahan nilai mata uang dari suatu transaksi ekonomi yang tidak berisiko pada modal asli yang ditanamkan.

Larangan menggunakan riba ini sebenarnya tidak hanya dimonopoli dalam ajaran Islam, melainkan juga pada ajaran kristiani. Dalam Islam larangan itu tertuang dalam Al-Quran surat albaqarah ayat 275. Sementara, dalam ajaran kristiani tercantum dalam injil lukas 6 ayat 34 dan 35.

Islam tak mengakui bunga dalam pembayaran utang. Artinya, tiap utang yang membawa keuntungan material bagi si pemberi utang adalah riba. Alasannya, transaksi ini Cuma memperhatikan kepentingan individu pemberi utang. Padahal, Islam lebih mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu. Atas dasar inilah, bank syariah baik dari negara muslim ataupun non muslim mengoperasikan bank yang lebih sesuai dengan syariah atau muamalat. Bukan dengan bunga seperti yang diterapkan dalam bisnis bank konvensional yang telah berlangsung berabad-abad, melainkan dengan bagi hasil.

Sejarah mencatat, berdirinya koperasi keuangan swadaya petani di mesir pada 1920-an menjadi awal dari lahirnya banksyariah. Koperasi ini dipelopori Ahmad El Nagar, yang kemudian menjadi Sekjen Himpunan Internasional Penerbitan Islam. Pada 24 Juli 1956 ia menjadi manajer Bang Tabungan Mit Chamr, yang dalam tiga tahun berhasil meningkatkan nasabah dari 1000 menjadi 59000 orang.

Sayangnya, bank tersebut tidak berkembang karena bank hanya memperoleh biaya administrasi, tanpa bagian keuntungan. Petani miskin pun tak bisa meminjam karena tak memiliki deposito.

Ahmad El Nagrar mencoba lagi dengan Bank Sosial Nasser, yang didukung pemerintah Mesir dan berkedudukan di kairo. Di dalamnya dijalankan transaksi mata uang asing secara terbatas. Bank ini menerapkan sistem bagi hasil (laba), yang dipandang merupakan cara wajar berbagi resiko antara pihak penerima dan penyedia dana. Bank berperan langsung pada masyrarakat yang harus dibantunya dan tak memikulkan beban pada pengutang bila gagal. Dengan konsep seperti itu nasabah berhasil mengembangkan usaha dan bank ikut menikmati hasil. Menjelang akhir 1979 sudah ada 25 cabang Bank Sosial Nasser di seantero Mesir.

Penyebaran konsep bank syariah ke seluruh dunia dirintis sejak 1970 ketika Organisasi konferensi Islam (OKI) membentuk panitia penggodok sistem perekonomian Islam. Tak terbatas di negara-negara Islam di Asia dan Afrika, tetapi juga di Eropa.
Di Indonesia konsep bank syariah mulai diperkenankan dengan didirikannya PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (BMI) pada 1991 dan beroperasi setahun kemudian. Bani ini diprakarsai oleh Majlis Ulama Indonesia didukung pengusaha dan cendekiawan Muslim. Indonesia tergolong terlambat dibandingkan dengan Malaysia yang sudah lebih dulu mendirikan Bank Islam Malaysia Berhad pada 1983.

Lagalisasi kegiatan perbankan syariah melalui UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dalam UU No. 10 Tahun 1998 serta UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia merupakan jawaban atas permintaan yang nyata dari masyarakat. Setelah dikeluarkannya ketentuan perundang-undangan tersebut, sistem perbankan syariah sejak tahun 1998 telah menunjukan perkembangan yang cukup pesat.

Perkembangan industri perbankan syariah menunjukkan pertumbuhan aset yang positif di tengah kondisi makroekonomi yang mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia dan gejolak krisis keuangan global. Selama tahun 2008 jumlah bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah mengalami penambahan 2 Bank Umum Syariah (BUS) 1 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 17 BPRS, sehingga pada akhir 2008 terdapat 5 BUS, 27 UUS dan 131 BPRS. Sejalan dengan hal tersebut, jaringan kantor bank syariah, termasuk layanan syariah juga menunjukkan peningkatan menjadi 953 kantor dan 1.470 layanan syariah. Data-data di atas tentunya sudah out of date, karena berdasarkan skripsi saya di awal tahun 2010. Untuk melihat perkembangan perbankan syariah terbaru silahkan lihat di Bank Indonesia.
(Bersambung…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s