The Intuition of love

Puisi ini kiriman sahabat saya semasa kuliah dulu…

The Intuition of love
By: Aris Yunanta

Sebilah biduk tunduk diantara hati yang gersang
Laksana bulan yang padam karena hujan basahi malam
Mengerti sesuatu tak pasti menghargai
Bila maenghargai tak memberi atas apa yang dipaksa

Bahagia mencintai seseorang bukan terlihat dari memilikinya
Tetapi merelakan dia tersenyum tanpa memaksa cinta
Bahkan setia mencintai seseorang tak nampak dari perhatian
Tetapi ketulusan dan jujur apa adanya walau hati terluka

Sesetianya romeo pada juliet tapi lebih setia pungguk yg merindukan bulan
Walau tk bisa meraih dan menyentuh bulan tp ia bs memuja dibalik keterbatasan
Karena hakikat dari cinta adalah memberi tanpa harus memaksa atas apa yg diterima
Seperti sungai yang tak lelah dan jera mengaliri samudra

Janganlah pernah hapus setiap tetes cinta yang mengalir sbg sebuah anugrah
Karenaharapan akan lelai dan mati oleh waktu tp cinta tertananam abadi
Life never die with big hope
But love never die with big hope

Advertisements

One response to “The Intuition of love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s